Sukses Berbisnis Anggrek

ciater

Ciater Orchid didirikan oleh Pak Widjaja S (58) pada awal tahun 2005. Ciater Ochid merupakan perusahaan yang menjual tanaman anggrek bulan (phalaenopsis) pada setiap fase pertumbuhan. Senada dengan tagline-nya, yakni more than just a flower, Ciater Orchid menawarkan anggrek bulan dari yang baru bertunas, yang tangkai bunganya baru keluar, hingga yang sudah bermekaran bunganya. Untuk fase pembibitan, Ciater Orchid berlokasi di Subang, Jawa Barat. Lokasi kedua Ciater Orchid yakni di Desa Sukamulya, Bogor, untuk fase pembesaran tanaman. Lokasi yang ketiga mengambil tempat di Desa Palasari, Ciater, untuk tahap pembungaan.

Ketertarikan Beliau terhadap usaha budidaya anggrek berawal dari hobi. Sejak dulu, ia menyukai segala sesuatu yang berhubungan dengan pertanian serta perkebunan. Sejak tahun 2000 ia gemar mengunjungi pameran-pameran anggrek baik yang berskala lokal maupun internasional. Kunjungan ke berbagai pameran ia manfaatkan untuk belajar mengenai pembibitan anggrek. Ia pun semakin yakin untuk terjun ke usaha ini setelah mengetahui margin keuntungan dari penjualan anggrek yang cukup besar.

Berbicara mengenai kesulitan yang dihadapi dalam menggeluti bisnis ini, Beliau ternyata telah melalui serentetan eksperimen yang berujung kegagalan. Berkali-kali ia mencoba menanam anggrek, berkali-kali juga ia gagal menuai hasil yang memuaskan. Anggrek yang ia rawat terserang hama, terkena penyakit, atau tanpa alasan yang jelas mati di tengah jalan. Beliau mengatakan ia hampir putus asa karena tidak kunjung berhasil menanam anggrek. Ia kesulitan karena bidang ini sangat berbeda dengan latar belakang ekonomi yang ia miliki sehingga ia harus belajar dari nol.

Untuk mengatasi masalah ini, Beliau tak bosan-bosan bertanya kepada orang yang lebih ahli di bidang anggrek, belajar dari kebun orang lain, dan banyak membaca artikel di majalah mengenai anggrek. Kerja kerasnya berujung manis. Pada awal tahun 2005, ia akhirnya berhasil memahami cara merawat anggrek yang tepat sehingga anggrek yang ia tanam berhasil bermekaran bunganya.

Tantangan terbesar dalam bisnis ini ialah perawatan tanaman anggrek itu sendiri. Dari proses pembibitan hingga bermekarannya bunga, dibutuhkan waktu 22 hingga 24 bulan. Setiap harinya, perkembangan tanaman harus selalu dipantau karena anggrek sangatlah sensitif.

Apabila cuaca terlalu panas, organ dalamnya menjadi rusak. Namun jika kurang panas, anggrek tidak bisa bertumbuh dengan optimal. Kalau terlalu lembab, anggrek akan ditumbuhi jamur. Namun jika terlalu kering, daunnya menjadi rusak.  Semua unsur seperti suhu, cahaya, kelembaban, serta cuaca harus selalu stabil untuk mendukung pertumbuhan anggrek. Niat, kesabaran, dan ketekunan menjadi kunci kesuksesan Beliau.

Tantangan selanjutnya ialah usaha ini membutuhkan minimal dua lokasi yang berbeda, yakni dataran rendah serta dataran tinggi. Tanaman anggrek membutuhkan cahaya matahari yang kuat di masa awal bertunas untuk memacu pertumbuhannya. Setelah berusia 1,5 tahun, tanaman anggrek harus dipindahkan ke dataran tinggi untuk mendukukeluarnya bunga. Jadi, bisnis budidaya anggrek memerlukan waktu yang lama, investasi yang besar, dan perawatan ekstra teliti.

Hebatnya, Pak Widjaja memandang hal ini bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai suatu peluang bisnis. Demand terhadap tanaman anggrek trend-nya terus meningkat, sedangkan produsennya sangat sedikit, sehingga Beliau mengambil risiko untuk memanfaatkan celah ini dan berhasil meraih keuntungan yang menggiurkan.

Ciater Orchid menggunakan teknologi perawatan yang khusus untuk membuat pupuk sendiri. Tak hanya itu, Ciater Orchid juga sedang mengembangkan teknik cloning atau tissue culture menggunakan organ tanaman anggrek dengan mempekerjakan seorang Sarjana Biologi. Beliau mengatakan teknologi cloning yang ia gunakan sekarang masih tergolong standard, bukan cloning yang melibatkan perubahan secara genetic. Untuk menghemat biaya, Ciater Orchid juga sedang bereksperimen membuat bibit di laboratorium milik sendiri. Pak Widjaja mengatakan teknologi sangat penting untuk menjadi kunci keberhasilan di bisnis anggrek ini.

Menurut Pak Widjaja, pendidikan yang ideal dimiliki seorang entrepreneur ialah pendidikan yang tidak melulu teori, melainkan juga menekankan pada praktik. Menurutnya, ilmu ekonomi dan manajemen dapat dengan mudah dipelajari oleh siapa saja. Namun, ketrampilan berwirausaha tidak dapat diperoleh begitu saja tanpa pengalaman dan bakat. Karakter entrepreneur seperti keberanian mengambil peluang, keberanian mengambil risiko, serta kreativitas dalam memunculkan ide-ide bisnis tidak dapat dipelajari melalui teori, melainkan lebih kepada pengalaman setiap orang.

 

Advertisements

Leave Your Thoughts Here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s