Tips (Sukses) Ngerjain IELTS

IELTSlogo_colour_2010jpegSama seperti ujian-ujian lainnya, kalau mau sukses, kita butuh adanya strategi. Kali ini saya akan membahas apa-apa saja yang perlu dilakukan supaya lebih mantap ketika mengerjakan soal IELTS. Oh ya, IELTS itu adalah singkatan dari the International English Language Testing System. IELTS merupakan salah satu tipe ujian bahasa Inggris untuk menge-tes level of proficiency kamu. Biasanya, IELTS digunakan sebagai standar penentuan masuk ke universitas di negara yang berbahasa Inggris, misalnya USA, UK, dan Australia. Ada juga beberapa universitas dalam negri yang mensyaratkan nilai IELTS (band score) tertentu bagi mahasiswanya supaya bisa mendapatkan gelar Sarjana.

Langkah pertama, pastikan kamu paham tentang sub-test apa saja yang ada di dalam IELTS beserta format pertanyaannya. Dengan memahami bentuk lengkap  dan urutan ujian di dalam IELTS, pastinya kamu akan merasa lebih siap. Kurang-lebih gambarannya seperti ini:

Listening Module; 4 sections, around 40 questions, 30 minutes. 

Reading Module; 3 sections, around 40 questions, 60 minutes.

Writing Module; 2 tasks (150 words and 250 words), 60 minutes.

Speaking Module; 3 parts, 11-14 minutes. 

Terus, pelajari bentuk pertanyaan yang mungkin muncul di setiap sub-test. Kalau kamu ikut kelas persiapan IELTS yang ada di beberapa lembaga kursus bahasa Inggris, biasanya sih instrukturnya akan menjelaskan tentang hal ini. Untuk kamu yang mempersiapkan secara mandiri, bisa juga mempelajari bentuk pertanyaan secara lengkap dari buku-buku persiapan IELTS.

Sekilas tentang bentuk pertanyaan bisa saya bahas sedikit di sini. Misalnya untuk Listening, ada soal yang mengambil format jawaban pendek, multiple choice, menentukan arah atau lokasi tempat dari suatu map, dan matching antara pilihan jawaban dan pilihan pernyataan. Untuk Reading, ada bentuk pertanyaan melengkapi kalimat, melengkapi ringkasan bacaan, dan memilih heading untuk setiap paragraf.

Untuk Writing, di bagian pertama kamu diminta untuk menjelaskan makna dari bagan, tabel, atau grafik yang diberikan dengan minimum 150 kata. Dan untuk bagian yang kedua, kamu diminta untuk memberikan opini tentang topik tertentu dalam bentuk esai dengan jumlah kata paling sedikit 250. Topiknya luas sekali, bisa dari kehidupan perkotaan, globalisasi, media, lifestyle, hukum, dan lain sebagainya. Perkaya wawasan kamu juga dengan membaca banyak artikel, karena walau pun content dari tulisan kamu tidak terlalu mempengaruhi nilai akhir, kadang-kadang kita bisa nge-blank atau stuck karena kekurangan ide untuk ditulis.

Terakhir, untuk Speaking, dibagi ke dalam 3 bagian. Yang pertama, perkenalan dan pertanyaan tentang personal life kamu (kegiatan sehari-hari, keluarga, hobi, dsb). Yang kedua, masuk ke individual long-run. Kamu akan diberikan topik dan list pernyataan sebagai panduan poin apa saja yang harus kamu sertakan dalam monolog kamu. Lagi-lagi, topiknya bisa benar-benar random. Dari budaya, kebiasaan belajar, objek wisata, tokoh idola, dsb. Yang ketiga, two-way discussion. Pengujinya akan meminta kamu untuk berdiskusi dua arah mengenai topik yang masih berkaitan dengan topik di part sebelumnya. Pertanyaannya biasanya general tetapi lebih mendalam. Sama halnya dengan writing, nilai kamu tidak ditentukan dari luas atau tidaknya pengetahuan kamu tentang topik yang ditentukan. Pengujinya akan menilai kamu berdasarkan fluency, grammar, range of vocabulary, dsb. Tetapi, dengan semakin banyak hal yang kamu tahu, maka makin gampang juga untuk berbicara secara fluent, ya kan?

Tentunya masih ada banyak lagi tipe pertanyaan untuk setiap sub-testnya. Ada baiknya kamu mempersiapkan diri dengan latihan dulu untuk setiap model pertanyaan supaya nggak kaget sebelum ngerjain soal IELTS sungguhan.

Kemudian, pelajari skills untuk setiap sub-test. Ini sih bisa didapat banyak dari buku. Ada penguasaan bahasa yang memang harus kamu kuasai untuk bisa mendapatkan nilai tinggi. Misalnya, penggunaan vocab untuk mendeskripsikan grafik untuk part Writing (increase, drop, decline, remain constant, dll). Kalau nggak tahu, bisa repot. Atau penguasaan connective words yang bakal sangat membantu kamu dalam membuat esai, memahami bacaan, dan juga mengekspresikan pendapat (furthermore, although, unless, meanwhile, dll).

Yang terakhir, practice makes perfect! Jadi, nggak cukup hanya tahu teorinya aja, tentang apa-apa saja yang bakal ditanyakan. Semuanya sama aja bohong kalau kamu nggak banyak latihan. Biasakan juga latihan dengan model soal yang lengkap dari Listening sampai dengan Speaking dengan durasi waktu yang sama dengan waktu yang disediakan ketika ujian aslinya (2 jam 45 menit). Akan lebih membantu kalau kamu punya answer sheet dari latihan yang kamu kerjakan sehingga setelah diperiksa kamu bisa memperbanyak latihan untuk sub-test tertentu yang dirasa lemah.

For more info about taking IELTS test in Indonesia, mulai dari prosedur pendaftaran, biaya, result, dan sebagainya, click here.

Advertisements

Leave Your Thoughts Here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s