Tersesat di Social Media

Quotes-A-Day-Social-Media-Quote

Kadang saya bersyukur dengan adanya beragam social media yang memudahkan penggunanya buat mem-publish apapun dan men-share apapun, karena banyak info-info menarik yang bisa didapetin dari sana. Tapi, kadang serem juga, karena saking gampangnya, kita kadang lupa apa aja yang wajar dan tidak wajar kita share ke dunia maya. Kita kadang enggak fully aware kalau apa yang kita tulis di Internet akan terus selamanya ada di sana dan bisa berakibat ke diri kita sendiri untuk jangka panjangnya.

Saya juga lumayan bersyukur karena Facebook, Path, dan teman-temannya itu nge-trend di saat saya udah lumayan berumur. Nggak kebayang, gimana rasanya jadi anak jaman sekarang, yang masih kelas 4 SD tetapi udah aktif banget di social media. Bukan cuma soal potensi kejahatan secara cyber, tapi juga ngaruh ke perkembangan diri kita sendiri, Bayangin, waktu umur 17 aja, saya masih bisa-bisanya bikin status bernada labil dan galau dan nggak layak buat konsumsi publik. Gimana kalau saya punya Facebook dari umur 9 tahun?

Ini nih sedikit guidelines yang bisa menjadi reminder kita masing-masing sebelum memutuskan untuk mem-post konten ke social media:

  1. Keep your personal life private

Nah, nomor satu aja udah susah banget nih , dan balik lagi ini pilihan setiap orang sih. Sekarang gampang banget ngepo-in kehidupan pribadi orang lain lewat social media, bahkan untuk orang yang kita nggak kenal sekalipun. Itu semua terjadi karena pengguna social media sendiri, yang terbiasa mem-publish status atau pun foto yang bersifat personal. Karena sudah menjadi kebiasaan, kita dengan gampangnya men-judge kehidupan pribadi orang lain hanya dari konten social media-nya. Misalnya, salah satu temen pernah nanya,”Eh, lo udah nggak sama yang kemarin ya?” Saya pun bingung, lalu saya tanya balik,”Emangnya kenapa?” Lalu dia bilang,”Soalnya display picture lo udah nggak sama dia lagi.” Semudah itu. Poin utamanya sih, dengan mem-publish personal life kamu ke dalam social media, kamu harus siap-siap dengan akibatnya, contohnya ya itu, mendapatkan penilaian yang simpang-siur dari banyak pihak dan juga harus siap-siap kehilangan privasi. Dan ini nggak cuma soal pasangan ya, tapi juga berlaku untuk masalah-masalah pribadi kamu, seperti masalah keluarga, masalah pekerjaan, dan masalah apapun yang sebetulnya lebih mengarah ke internal diri kamu sendiri dibandingkan lautan strangers di Internet. 

  1. Don’t write something that you’re unsure of

Friday-Funny-5-23

Ada jutaan informasi yang beredar di Internet, tapi nggak semua yang kamu dengar atau baca di Internet itu adalah fakta. Ada banyak sekali berita-berita yang ternyata ujung-ujungnya hoax, contohnya berita kematian Jackie Chan yang gempar sekitar tahun 2013. Hoax ini pun keulang lagi di 2015. Selain itu, ada juga berita-berita yang muncul di beberapa portal news, dengan konten yang kurang sesuai dengan judul yang ada (biasa, buat ngejar rating). Makanya, pastikan kamu membaca berita tersebut sampai selesai dan mengecek kebenarannya sebelum mem-publish sesuatu.

  1. Just because you can be anonymous, it doesn’t mean it’s OK to be a jerk

Bisa dibilang ini adalah dampak negatif dari kecanggihan teknologi di beberapa social media yang memungkinkan kamu untuk berkomunikasi dengan orang lain tanpa harus memberitahukan identitas yang sebenarnya. Yang paling nge-hits sekarang adalah Ask.fm, di mana pengguna akun itu bisa mendapatkan beragam pertanyaan apapun dari siapapun. Banyak orang yang menyalahgunakan hal tersebut dengan menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat pribadi, bernada menyinggung, memberikan penilaian yang tidak berdasar, dan bahkan secara frontal mengangkat isu-isu sensitif berbau SARA yang tentunya, sangat tidak dibenarkan secara etika. Ingat aja, perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan.

  1. Bring more positivity than negativity

Social media itu powerful. Banget. Bisa bikin pengaruh yang besar banget ke banyak orang dalam waktu yang singkat. Biasakan jangan terlalu sering mengumbar emosi yang bernuansa negatif, misalnya kecewa, sakit hati, atau terus-terusan mengkomplain sesuatu. Sudah bukan rahasia umum jika banyak perusahaan yang mengobservasi social media yang kita miliki sebagai salah satu pertimbangan apakah kita akan mendapatkan pekerjaan atau tidak. Lebih baik post sesuatu yang sifatnya bermanfaat atau setidaknya, membuat orang yang membacanya merasa lebih baik.

  1. Yang terakhir, never share your personal information to strangers!

Ini mungkin nasehat paling klise tapi juga paling berbahaya impact-nya. Ada satu kejadian yang cukup ekstrem, yang bisa kamu lihat pembahasannya di sini. Ada seorang remaja cewek bernama Amanda Todd di British Columbia, Kanada, yang mengirimkan foto vulgarnya kepada orang yang nggak dikenal di Internet. Awalnya, semua baik-baik aja sampai akhirnya stranger tersebut menghubungi dia kembali setahun setelah foto itu ia kirim via Facebook, dan mengancam untuk meminta lebih banyak foto dirinya. Kalau enggak, foto tersebut akan disebar ke teman-teman sekolah Amanda. Mulai dari situ, hidup Amanda berubah dan terus-terusan diteror oleh stranger ini sampai akhirnya ia memutuskan untuk bunuh diri pada 2012 lalu.

Ini saya share juga sedikit infographics how to stay safe on Facebook. 

“How will people decide you are, if all they know is your social media page?”

Advertisements

2 thoughts on “Tersesat di Social Media

Leave Your Thoughts Here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s