Anak Kuliahan: Prediksi dan Kenyataan

article-0-19012E29000005DC-414_634x400

Saya masih inget banget, waktu kelas 3 SMA, rasanya perasaan campur aduk banget di saat semua orang udah mulai milih jurusan dan juga universitas untuk mereka kuliah. Rasanya excited karena itu artinya saya bakalan masuk ke lingkungan yang baru, tapi juga nervous karena saya nggak tau pasti kayak gimana persisnya lingkungan yang baru itu. Perasaan yang paling dominan adalah, curious, pengen tau banget kuliah bakalan kayak gimana, apakah bener seseru yang digambarkan selama ini di film-film dan juga di novel-novel. Ternyata, setelah dijalani selama 4 tahun, kuliah itu beda banget dengan apa yang saya bayangkan sebelumnya.

Nih, contoh pengakuan mahasiswa-mahasiswi yang udah (atau sedikit lagi) jadi Sarjana!

“Kuliah itu bebas. Tapi ga berarti selamanya enak. Waktu SMA hidup gue lebih teratur dan jelas, habis pulang sekolah, ikut kursus, ngerjain PR, terus tidur. Ternyata waktu kuliah, waktunya memang lebih bebas, tapi nggak enak soalnya harus mikir sendiri gimana cara bagi waktunya. Yang ada malah pusing atur kegiatan dan ujung-ujungnya nggak banyak waktu kosong. Terus, tugasnya banyak. Boro-boro mau dugem, kalau ada waktu kosong lebih baik buat tidur. Terus gue dulu mikir kalau mahasiswa itu aktif ikut demo, tapi ternyata dari seluruh mahasiswa yang ada di fakultas gue, paling cuma 2 orang yang turun ke jalan. Dulu sih pengennya jadi aktivis gitu kayak Soe Hok Gie, tapi buat belajar ujian aja kadang nggak ada waktu, apalagi ikut-ikut demo.” –E, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Padjajaran, angkatan 2011

“Gue ngebayangin gue bakal masuk ke dunia yang fun, dan dapat banyak teman-teman baik yang punya common interests sama gue. Nyatanya, gue sama sekali nggak nyambung sama teman-teman sekelas, dan cuma punya beberapa temen baik yang bisa dihitung pakai jari. Tapi serunya adalah ikut organisasi dan dapat banyak koneksi dari sana. Eh, tapi mungkin ekspektasi gue kali yang awalnya ketinggian, haha.” –N, Fakultas Manajemen Bisnis, Prasetiya Mulya Business School, angkatan 2011

“Dulu gue pikir, anak kuliah yang sukses itu adalah yang pergaulannya luas dan setiap weekend hang out ke tempat-tempat keren sama temen-temennya. Sekarang yang gue liat, nggak selamanya mahasiswa yang gaul itu masuk kategori sukses. Buat gue, mereka yang sukses adalah anak kuliahan yang bisa balance antara social life dan juga prestasi akademiknya. Terus, dulu gue pikir, gue harus masuk universitas bagus biar masa depan sukses. Nggak juga ya ternyata. Di kampus-kampus terbaik juga banyak yang bolos kuliah dan nggak lulus, dan banyak juga temen-temen gue dari kampus yang namanya biasa aja tetapi mereka luar biasa sukses baik secara akademik maupun sosial.” –K, Fakultas Teknik Industri, Universitas Indonesia, angkatan 2011

“Gue selalu kira kalau kuliah itu proses yang bakal bikin mahasiswanya siap untuk kerja kalau udah lulus. Tapi ternyata gue gak merasa 100% siap untuk kerja setelah lulus. Mungkin juga karena konstruksi emang bidang yang lebih butuh pengalaman praktik daripada hanya teori. Gue ngerasa kurang banyak praktik di dunia nyata.” –A, Fakultas Teknik Sipil, Universitas Parahyangan, angkatan 2011

“Sebelum gue kuliah gue kira dunia kuliah sama kayak SMA, di mana kita dinilai based on nilai. Tapi setelah ngalamin sendiri, kuliah itu proses pendewasaan banget sih. Nggak semuanya dinilai dari hasil akademik, tapi juga bagaimana kita kerja di dalam satu kelompok atau organisasi, cara berkomunikasi sama orang lain, dan soal tanggungjawab. Gue ngerasa banget sekarang kalau masa depan gue ada di tangan gue sendiri waktu kuliah. Kalau malas ya nggak lulus-lulus.”-A, Fakultas Hukum, Universitas Atma Jaya, angkatan 2011

“Gue mikirnya anak kuliahan itu super individualis, yang ngerjain apa-apanya sendiri dan nggak kayak waktu di SMA. Tapi ternyata enggak gitu juga, karena gue punya temen-temen yang saling mendukung gitu waktu kuliah.” –G, Fakultas Desain Interior, Universitas Bina Nusantara, angkatan 2011

Nggak selamanya yang kita bayangkan waktu SMA, bakalan kejadian waktu kuliah. Bisa jadi berbeda sekali, tapi juga bisa jadi ada benarnya. Ada banyak banget faktor yang bisa bikin satu pengalaman di satu universitas berbeda dengan universitas lainnya. Dan satu-satunya cara untuk bisa sepenuhnya paham gimana rasanya jadi anak kuliahan, ya dengan menjadi anak kuliah beneran.

So, buat yang masih SMA, curious boleh, harus malah, biar kamu nggak kaget waktu jadi mahasiswa baru. Tapi jangan terlalu banyak mikir juga, dijalanin aja, dan seiring berjalannya waktu, kamu akan tau sendiri bagaimana rasanya menjadi pribadi yang (hopefully) lebih dewasa semasa perkuliahan!

Advertisements

Leave Your Thoughts Here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s